The 32nd Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum (WCTF)

The 32nd Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum (WCTF): Kontribusi Membangun Industri Keramik Berkelanjutan, Kompetitif serta Inklusif.

The 32nd Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum (WCTF) – Govind Production

Setelah sukses dengan 31st Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum | Ílhavo, Portugal – Event International The 32nd World Ceramic Tiles Forum (WCTF) 2025 yang dihadiri 52 delegasi dari 12 negara dan Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Taufik Bawazier mengungkapkan, bahwa pihaknya optimis jika The 32nd World Ceramic Tiles Forum (WCTF) 2025 akan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan industri.

Melalui kolaborasi seluruh asosiasi industri keramik dunia yang didukung oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan. Sehingga Forum WCTF 2025 memberikan kontribusi nyata dalam membangun industri keramik yang berkelanjutan, kompetitif dan inklusif, guna mendukung pemulihan ekonomi nasional maupun global. (Mengutip laman KRjogja.com)

“Industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan yang diprioritaskan pengembangannya. Karena berbasis sumber daya alam lokal serta telah memiliki struktur keterkaitan dan kedalaman yang kuat,” tuturnya.

Ditambahkannya, saat ini industri keramik nasional dengan kapasitas sebesar 625 Juta m2 telah menjadikan Indonesia sebagai TOP 5 (lima) besar produsen keramik dunia. Industri keramik nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp 224 Triliun turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 40.000 orang di berbagai segmen rantai produksi. Sehinga, prospek pengembangan industri keramik nasional masih sangat menarik kedepannya seiring dengan pasar dalam negeri yang terus meningkat. Serta maraknya pembangunan infrastruktur, properti dan konstruksi serta masih rendahnya konsumsi keramik nasional sekitar 2,2 m2 per kapita lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang mencapai 3 m2 per kapita dan rata-rata dunia sebesar 2,5 m2 per kapita. (Ria)

The 32nd Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum (WCTF) – Yogyakarta

The 32nd Annual Meeting of the World Ceramic Tiles Forum (WCTF)

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) memproyeksi produksi keramik nasional sampai dengan akhir tahun ini tumbuh 15% (year-on-year/yoy) mencapai 474,5 juta metrik persegi dibandingkan tahun sebelumnya 412 juta meter persegi. (mengutip laman berita Bisnis.com)

Ketua Umum Asaki Eddy Suyanto juga mengatakan, target pertumbuhan produksi diiringi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pasokan gas, banjir impor dari negara tetangga, hingga kebijakan pembatasan bahan baku.  “Seharusnya tingkat utilisasi keramik nasional tahun 2025 bisa berkisar 80%-85% jika didukung dengan kelancaran supply gas dan percepatan realisasi program 3 juta rumah,” kata Edy di agenda Annual Meeting 2025 World Ceramic Tiles Forum, Senin (10/11/2025).   Adapun, saat ini kinerja utilisasi produksi nasional periode Januari-Oktober 2025 berada di sekitar 72,5% atau meningkat tipis dibandingkan kinerja semester I/2025 yang berada di level 71%.

Perbaikan tingkat utilisasi produksi ini lantaran terjadinya peak season atau periode permintaan keramik yang meningkat pada semester kedua setiap tahun, khususnya Agustus-Desember.   “Dari sisi volume produksi keramik Januari-Oktober 2025 diperkirakan berkisar 392,7 juta meter persegi bertumbuh sekitar 16% dibanding periode yang sama di tahun lalu,” ujarnya.

Realisasi kinerja produksi tersebut dicapai meski sempat terjadi krisis pasokan gas pada Agustus 2025 yang memicu produksi terhenti 50%.  Menurut Edy, produksi periode berjalan ini didukung oleh katalis-katalis positif seperti PPn ditanggung pemerintah (PPN DTP), KUR untuk kontraktor dan pengusaha bahan bangunan, serta program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) 350.000 unit. Di sisi lain, kinerja positif tersebut juga didorong ekspor yang tumbuh sebesar 17% dengan pertumbuhan angka ekspor tertinggi ke Amerika Serikat (AS) 170%, Malaysia 50% dan Filipina 32%.

“Kami saat ini sedang mengumpulkan data dan informasi-informasi terkait peningkatan lonjakan angka impor dari India sekitar 120%, Vietnam 130% dan Malaysia 170%,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya menilai adanya indikasi awal unfair trade dan transhipment produk dari China untuk menghindari bea masuk anti dumping (BMAD) dan safeguard. Hingga saat ini, pengusaha juga masih cemas dengan kebijakan alokasi gas industri tertentu (AGIT) atas pemakaian harga gas bumi tertentu (HGBT) yang diberikan pemerintah. Pasalnya, penggunaan gas murah tidak optimal seiring dengan keterbatasan pasokan.  Di sisi lain, pihaknya menyoroti gangguan pasokan bahan baku keramik yakni clay dan feldspar yang mayoritas berasal dari Jawa Barat. Hal ini terjadi semenjak pemerintah Jawa Barat mencabut izin-izin pertambangan bahan baku tanah untuk keramik.

“Kami memproyeksikan tingkat utilisasi produksi keramik sampai akhir tahun ini mencapai 73%, menunjukkan arah perbaikan dan pertumbuhan dibanding tahun 2024 di mana tingkat utilisasi produksi keramik nasional sebesar 66%,” tuturnya.  Lebih lanjut, pihaknya juga menargetkan tingkat utilisasi kapasitas nasional keramik tahun 2026 berkisar 78%-80% dengan dukungan kepastian energi dan bahan baku. (Afiffah Rahmah Nurdifa)

 

Sewa Videotron Jogja – Govind Production

Sedang mencari vendor sewa videotron Jogja yang profesional, responsif, dan mampu mendukung event kamu agar terlihat semakin megah dan berkelas? Govind Production Solusinya!

Buruan Booking Sebelum Fully Booked!

Event di Jogja berlangsung hampir setiap hari, mulai dari event kampus hingga konser besar. Karena itu, stok videotron vendor profesional sering cepat penuh, terutama di akhir pekan.

Kalau kamu butuh vendor sewa videotron Jogja yang terpercaya, respons cepat, harga bersahabat, dan kualitas visual terbaik, jangan tunggu lama-lama. Semakin cepat booking, semakin besar kesempatan mendapatkan slot dan harga terbaik.

Ayo wujudkan event spektakuler dengan videotron berkualitas!
Ingat: visual yang keren = acara yang berkesan.

Govind Event & Productions

Recent Posts

The 41st ASEAN Coordinating Committee on Customs (CCC)

The 41st ASEAN Coordinating Committee on Customs (CCC) Mengutip halaman resmi JPNN.com - YOGYAKARTA -…

3 minggu ago

The 19th International Conference on Quality in Research (QiR 2025)

The 19th International Conference on Quality in Research (QiR 2025)   Mengutip halaman resmi Fakultas…

3 bulan ago

The 33rd Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 Ceramic Tiles

The 33rd Plenary Meeting and Working Group Meetings of ISO/TC 189 Ceramic Tiles Krjogja.com -…

3 bulan ago

Vendor Event Profesional

Vendor Event Profesional: Sewa Videotron, Sound System, Lighting & Peralatan Event Terlengkap Dalam industri event…

3 bulan ago